Rabu, 17 November 2010

Langkah Pertama Menuju Pemahaman Software Engineering

Oleh Asri Djufri pada 16 November 2010 jam 13:32

banyak alasan mengapa 2 tahun yang lalu saya memilih untuk memasukkan software engineering ke dalam salah satu daftar kajian saya, beberapa alasan di antaranya adalah film "The Matrix".

dari film the matrix ini kadang saya berfikir hal-hal yang terlarang, misalnya memikirkan bahwa ketika saya menuliskan code -code maka dalam waktu yang sama pula saya berfikir mungkinkah tuhan memiliki compailer untuk membuat code-code genetika mahluk hidup?, atukah design pattern apa yang digunakan oleh tuhan agar code-code berupa DNA yang merupakan blueprint kehidupan mudah untuk di maintanance, mengikuti prinsip SOLID kah?, dan seberapa reusable code-code tersebut?. pertanyaan ini membawa konsekuensi baru bahwa compleksitas genetika saja (tidak usah alam semesta) merupakan bukti adanya sang Arsitek.

dari agama saya, diajarkan salah satu sifat Tuhan adalah "CREATION" dan sifat ini juga di turunkan kepada manusia sehingga manusia punya potensi untuk "MEMBUAT", "Memanipulasi" dan sebagainya. dari renungan yang dalam akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang "ARCHITECT" sebab kata tuhan orang yang bersyukur adalah orang yang mengoptimalkan potensinya. Ok sampai pada tahap ini kita memiliki modal yang sama yaitu "POTENSI".

Plato pernah berkata kehidupan memiliki dua element penting yaitu IDE dan BENTUK, dari konsep ini saya berfikir bahwa betapa dekat dunia Komputer yang terdiri dari hardware("Bentuk") dan Software("IDE" seperti:hukum alam,algoritma kehidupan) dengan realitas kehidupan, dani saya memiliki "Nasib" yang strategis yaitu fakta bahwa saya anak fisika memiliki knowledge tentang hardware(Insel), software (algoritma kehidupan alam spt: Geofisika,Material,Radiasi). fakta ini memberikan saya sebagai orang fisika kepercayaan diri, hanya saja saya harus berhadapan dengan WAKTU, ternyata kesadaran akan hasil renungan ini datang pada semester 5.tapi seperti kata kakek saya Tidak ada itu Ayam Mati Kedo-Kedo, Just Keep Moving Forward.

tulisan diatas hanyalah sebuah pengantar yang memberikan makna bahwa setiap sesuatu harus diberikan unsur "CITA RASA PRIBADI" agar tampak lebih elegan.

nah masuk pada Langkah Pertama Menuju Pemahaman Software Engineering, ada beberapa tembok ketidak tahuan yang harus dihancurkan untuk menapaki perjalanan selanjutnya: diantaranya:

1. Paradigma Object Oriented Programming.
2. Visualization/Graphics representation of OOP(Unified Modeling Language).

kenapa dimulai dengan paradigma?. mengutip kata-kata pak sasongko ada tiga tingkat berfikir

1. Paradigmatik.
2. Konseptual. 
3. Teknis.

kasta tertinggi dari cara berfikir ini adalah paradigmatik yaitu bagaimana kita merubah paradigma kita ketika mendesain sebuah software baik itu untuk simulasi fisika ataukah untuk enterprise aplication.

Ok adik-adik dan kawan2 seperjuangan karena waktu menulis ini sedang dikantor dan g' enak klo ketahuan maka saya akan menulis tentang Paradigma Object Oriented Programming di kost saja dan insyaallah akan saya posting hari senin. jadi cukuplah tulisan ini dipandang sebagai sekapur sirih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar